Tuesday, March 25, 2008

Surat Cinta Noura kepada Fahri bin Abdillah

Kepada

Fahri bin Abdillah, seorang mahasiswa dari Indonesia yang lembut hatinya dan berbudi mulia

Assalamu'alaikum warahmatullah wa barakatuh.

Kepadamu kukirimkan salam terindah, salam sejahtera para penghuni surga. Salam yang harumnya melebihi kesturi, sejuknya melebihi embun pagi. Salam hangat sehangat sinar mentari waktu dhuha. Salam suci sesuci air telaga Kautsar yang jika direguk akan menghilangkan dahaga selama-lamanya. Salam penghormatan, kasih dan cinta yang tiada pernah pudar dan berubah dalam segala musim dan peristiwa.

Wahai orang yang lembut hatinya,

Entah dari mana aku mulai dan menyusun kata-kata untuk mengungkapkan segala sedu sedan dan perasaan yang ada di dalam dada. Saat kau baca suratku ini anggaplah aku ada dihadapanmu dan menangis sambil mencium telapak kakimu karena rasa terima kasihku padamu yang tiada taranya.

Wahai orang yang lembut hatinya,

Sejak aku kehilangan rasa aman dan kasih sayang serta merasa sendirian tiada memiliki siapa-siapa kecuali Allah di dalam dada, kaulah orang yang pertama datang memberikan rasa simpatimu dan kasih sayangmu. Aku tahu kau telah menitikkan air mata untukku ketika orang-orang tidak menitikkan air matauntukku.

Wahai orang yang lembut hatinya,

Ketika orang-orang di sekitarku nyaris hilang kepekaan mereka dan masa bodoh dengan apa yang menimpa pada diriku karena mereka diselimuti rasa bosan dan jengkel atas kejadian yang sering berulang menimpa diriku, kau tidak hilang rasa pedulimu. Aku tidak memintamu untuk mengakui hal itu. Karena orang ikhlas tidak akan pernah mau mengingat kebajikan yang telah dilakukannya. Aku hanya ingin mengungkapkan apa yang saat ini kudera dalam relung jiwa.

Wahai orang yang lembut hatinya,

Malam itu aku mengira aku akan jadi gelandangan dan tidak memiliki siapa-siapa. Aku nyaris putus asa. Aku nyaris mau mengetuk pintu neraka dan menjual segala kehormatan diriku karena aku tiada kuat lagi menahan derita. Ketika setan nyaris membalik keteguhan imanku, datanglah Maria menghibur dengan segala kelembutan hatinya. Ia datang bagaikan malaikat Jibril menurunkan hujan pada ladang-ladang yang sedang sekarat menanti kematian. Di kamar Maria aku terharu akan ketulusan hatinya dan keberaniannya. Aku ingin mencium telapak kakinya atas elusan lembut tangannya pada punggungku yang sakit tiada tara. Namun apa yang terjadi Fahri?

Maria malah menangis dan memelukku erat-erat. Dengan jujur ia menceritakan semuanya. Ia sama sekali tidak berani turun dan tidak berniat turun malam itu. Ia telah menutup kedua telinganya dengan segala keributan yang ditimbulkan oleh ayahku yang kejam itu. Dan datanglah permintaanmu melalui sms kepada Maria agar berkenan turun menyeka air mata dukaku. Maria tidak mau. Kau terus memaksanya. Maria tetap tidak mau. Kau mengatakan pada Maria: 'Kumohon tuturlah dan usaplah air mata. Aku menangis jika ada perempuan menangis. Aku tidak tahan. Kumohon. Andaikan aku halal baginya tentu aku akan turun mengusap air matanya dan membawanya ke tempat yang jauh dari linangan air mata selama-lamanya.' Maria tetap tidak mau." Dia menjawab: "Untuk yang ini jangan paksa aku, Fahri! Aku tidak bisa." Kemudian dengan nama Isa Al Masih kau memaksa Maria, kau katakan, "Kumohon, demi rasa cintamu pada Al Masih." Lalu Maria turun dan kau mengawasi dari jendela. Aku tahu semua karena Maria membeberkan semua. Ia memperlihatkan semua kata-katamu yang masih tersimpan dalam handphone-nya. Maria tidak mau aku cium kakinya. Sebab menurut dia sebenarnya yang pantas aku cium kakinya dan kubasahi dengan air mata haruku atas kemuliaan hatinya adalah kau. Sejak itu aku tidak lagi merasa sendiri. Aku merasa ada orang yang menyayangiku. Aku tidak sendirian di muka bumi ini.

Wahai orang yang lembut hatinya,

Anggaplah saat ini aku sedang mencium kedua telapak kakimu dengan air mata haruku. Kalau kau berkenan dan Tuhan mengizinkan aku ingin jadi abdi dan budakmu dengan penuh rasa cinta. Menjadi abdi dan budak bagi orang shaleh yang takut kepada Allah tiada jauh berbeda rasanya dengan menjadi puteri di istana raja. Orang shaleh selalu memanusiakan manusia dan tidak akan menzhaliminya. Saat ini aku masih dirundung kecemasan dan ketakutan jika ayahku mencariku dan akhirnya menemukanku. Aku takut dijadikan santapan serigala.

Wahai orang yang lembut hatinya,

Sebenarnya aku merasa tiada pantas sedikit pun menuliskan ini semua. Tapi rasa hormat dan cintaku padamu yang tiap detik semakin membesar di dalam dada terus memaksanya dan aku tiada mampu menahannya. Aku sebenarnya merasa tiada pantas mencintaimu tapi apa yang bisa dibuat oleh makhluk dhaif seperti diriku.

Wahai orang yang lembut hatinya,

Dalam hatiku, keinginanku sekarang ini adalah aku ingin halal bagimu. Islam memang telah menghapus perbudakan, tapi demi rasa cintaku padamu yang tiada terkira dalamnya terhunjam di dada aku ingin menjadi budakmu. Budak yang halal bagimu, yang bisa kau seka air matanya, kau belai rambutnya dan kau kecup keningnya. Aku tiada berani berharap lebih dari itu. Sangat tidak pantas bagi gadis miskin yang nista seperti diriku berharap menjadi isterimu. Aku merasa dengan itu aku akan menemukan hidup baru yang jauh dari cambukan, makian, kecemasan, ketakutan dan kehinaan. Yang ada dalam benakku adalah meninggalkan Mesir. Aku sangat mencintai Mesir tanah kelahiranku. Tapi aku merasa tidak bisa hidup tenang dalam satu bumi dengan orang-orang yang sangat membenciku dan selalu menginginkan kesengsaraan, kehancuran dan kehinaan diriku. Meskipun saat ini aku berada di tempat yang tenang dan aman di tengah keluarga Syaikh Ahmad, jauh dari ayah dan dua kakakku yang kejam, tapi aku masih merasa selalu diintai bahaya. Aku takut mereka akan menemukan diriku. Kau tentu tahu di Mesir ini angin dan tembok bisa berbicara.

Wahai orang yang lembut hatinya,

Apakah aku salah menulis ini semua? Segala yang saat ini menderu di dalam dada dan jiwa. Sudah lama aku selalu menanggung nestapa. Hatiku selalu kelam oleh penderitaan. Aku merasa kau datang dengan seberkas cahaya kasih sayang. Belum pernah aku merasakan rasa cinta pada seseorang sekuat rasa cintaku pada dirimu. Aku tidak ingin mengganggu dirimu dengan kenistaan kata-kataku yang tertoreh dalam lembaran kertas ini. Jika ada yang bernuansa dosa semoga Allah mengampuninya. Aku sudah siap seandainya aku harus terbakar oleh panasnya api cinta yang pernah membakar Laila dan Majnun. Biarlah aku jadi Laila yang mati karena kobaran cintanya, namun aku tidak berharap kau jadi Majnun. Kau orang baik, orang baik selalu disertai Allah.

Doakan Allah mengampuni diriku. Maafkan atas kelancanganku.

Wassalamu'alaikum,

Yang dirundung nestapa,

Noura

Thursday, January 10, 2008

Aku Mohon

TUHAN,
diawal tahun baru ini
KAU uji kesabaranku
KAU uji ketabahanku
KAU uji perasaanku
KAU uji keyakinanku

TUHAN
diawal tahun baru ini
aku mohon
moga sabarku berpanjangan dalam menghadapi ujianmu
moga tabahku berkekalan dalam menghadapi ujianmu
moga perasaanku bisa ku kawal dalam menghadapi ujianmu

TUHAN
hanya KAU yang tahu segalanya
moga KAU terima doaku selama ini
moga sabar itu masih milikku
moga tabah itu masih dihatiku
moga perasaan itu masih belum keliru ...

aku mohon
hanya padaMU

amin.

Monday, December 3, 2007

ISLAM ITU DIMANA ???

islam itu di mana
adakah pada namanya yang ber "bin" @ "binti"

islam itu di mana
adakah pada kedua ibu bapanya

islam itu di mana
adakah pada pakaian keislamannya

islam itu di mana
adakah pada pertuturannya

islam itu di mana
adakah pada solat wajibnya

islam itu di mana
adakah pada tanda pengenalannya

islam itu di mana
adakah pada hatinya

islam itu di mana
adakah pada suasana kehidupan sekelilingnya

islam itu di mana
adakah pada cara hidupnya

islam itu di mana
adakah pada ajaran yang dianutinya

islam itu di mana
adakah pada darah yang mengalir dalam tubuhnya

islam itu di mana
adakah pada jiwa dan raganya

islam itu di mana
adakah pada undang-undang negaranya

islam itu di mana
adakah pada lidahnya

islam itu di mana
adakah pada riak wajahnya

islam itu di mana
adakah pada susuk tubuhnya

islam itu dimana yer ...

Wednesday, November 21, 2007

Cari


cari dirimu

sebelum kau cari
diriku

cari sukamu
sebelum kau cari
sukaku

cari sayangmu
sebelum kau cari
sayangku

cari cintamu
sebelum kau cari
cintaku

cari kasihmu
sebelum kau cari
kasihku

cari hatimu
sebelum kau cari
hatiku


~ mira ~

Tuesday, November 20, 2007

maafkan mira


mira minta maaf
percaya itu tak pernah ada untuk mira kan ...
percaya itu hanya untuk orang lain
tapi bukan untuk mira kan ...

mira minta maaf
jujur itu tak pernah ada untuk mira kan ...
jujur itu hanya untuk orang lain
tapi bukan untuk mira kan ...

mira minta maaf
tangisan ini, memang sentiasa untuk mira kan ...
bukan untuk orang lain
tapi hanya untuk mira kan ...

mira minta maaf
kekurangan diri ini ...
tak dapat diterima rupanya

mira minta maaf ...
mira tak dapat cari sendiri
semua jawapan
pada segala soalan
yang berlegar-legar
selama ini

mira minta maaf

untuk orang itu,
mira terima apa jua keputusan
walau pun sakit ...
mira akan cuba terima

sebab ...
mira yang silap ...
tidak faham akan maksud
yang tersurat selama ini
dibalik kata-kata

:(

~mira ~
20 november 2007
1:12 pm
tepi jendela

Sunday, November 18, 2007

Kekasih Dunia & Akhirat

Ya Tuhanku....

Aku memohon padaMU seorang pria yang akan menjadi sebahagian dari hidupku. Seseorang yang sungguh mencintaiMu lebih dari segala sesuatu. Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau. Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri, tetapi untukMu. Wajah tampan dan daya tarikan fizikal tidaklah penting. Yang penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau dan berusaha menjadikan sifat-sifatMu ada pada dirinya. Dan dia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa dia hidup sehingga hidupnya tidaklah sia-sia.

Seseorang yang memiliki hati yang bijak, tidak hanya otak yang cerdas. Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tapi juga menghormatiku. Seorang pria yang tidak hanya memujaku, tetapi juga dapat menasihatiku ketika aku berbuat salah.

Seseorang yang mencintaiku bukan kerana kecantikanku, tapi kerana hatiku. Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi. Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika aku di sisinya.

Tuhanku..

Aku tidak meminta seseorang yang sempurna, namun aku meminta seseorang yang tidak sempurna,sehingga aku dapat membuatnya sempurna di mataMu. Seorang pria yang memerlukan sokonganku sebagai peneguhnya. Seorang pria yang memerlukan doaku untuk kehidupannya. Seseorang yang memerlukan senyumku untuk mengatasi kesedihannya. Seseorang yang memerlukan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna.

Tuhanku..

Aku juga meminta,

Jadikanlah aku wanita yang dapat membuatnya bangga. Berikan aku hati yang sungguh mencintaiMu sehingga aku dapat mencintainya dengan sekadar cintaku. Berikanlah sifat yang lembut sehingga kecantikanku datang dariMu. Berikanlah aku tangan sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya. Berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dan bukan hal buruk dalam dirinya. Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata bijaksana, mampu memberikan semangat serta menyokongnya setiap saat dan tersenyum untuk dirinya setiap pagi.

Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan "Betapa MAha Besarnya Engkau kerana telah memberikan kepadaku pasangan yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna."

Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami bersatu pada waktu yang tepat, dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang telah Engkau tentukan.

Amin.....

Thursday, November 15, 2007

Cahaya itu

cahaya yang sentiasa ada tuh ...

masihkah ada ditempat nya ???
tempat yang sepatutnya cahaya itu ada
tempat untuk cahaya itu
masih kah ada ???

cahaya yang sentiasa ada itu
adakah masih hangat seperti dulu
atau telah sejuk beku
padam dan kaku

cahaya yang sentiasa ada itu
adakah akan terus hangat
sampai kapan pun
atau telah padam
untuk selamanya

cahaya yang sentiasa ada itu
adakah akan tetap ada
sampai bila-bila
di dalam hati itu

akan kah ada
cahaya itu di situ ???

-mira-
15/11/2007
9:37 am
tepi jendela